Ancaman resesi sering kali kita dengar dan di bicarakan, mulai dari pemerintah, pengamat, ekonom hingga para Influencer media sosial

“Tidak ada suatu negara manapun yg aman dari resesi’ ujar Bhima Yudhistira, Ekonom Center Of Economic and Law Studies (Celios).

ADB mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di bulan September lalu 5,2% menjadi 5%. Tetapi IMF memangkas pertumbuhan ekonomi global 2,7% pada 2023.

Resesi menjadi ancaman bagi seluruh Negara, banyak hal yg dapat diakibatkan oleh resesi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pelemahan kurs mata uang menjadi salah satu akibatnya. Walaupun subsidi dan bantuan sosial yg diberikan pemerintah telah diberikan tetapi itu tidak bisa menyelamatkan dari resesi, apalagi jumlahnya cuma 2,5% dari PDB (Produk Domestik Bruto).

Tapi, sebenarnya apa sih resesi ekonomi itu, Sobat? Dari banyak definisi, resesi ekonomi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Lalu, dampak dari resesi ekonomi itu apa saja sih?

1. Perlambatan ekonomi akan membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan sering terjadi bahkan beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi.

2. Kinerja instrumen investasi akan mengalami penurunan sehingga investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman.

3. Ekonomi yang semakin sulit pasti berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat karena mereka akan lebih selektif menggunakan uangnya dengan fokus pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu.

Untuk menghadapi resesi masyarakat di harapkan untuk mempersiapkan diri